e-Dakwah al-Hafizh

Sunday, 4 September 2016

Waliwatussafar? Bolehkah?

Sunday, September 04, 2016
Di kalangan masyarakat Indonesia, kita sering mengenal istilah walimatussafar, Apa arti dari walimatussafar? Dan adakah tuntunan yang di ajarkan? Bagaimana hukumnya?



Secara harfiah walimatus safar artinya “menjamu” atau “pesta” dalam rangka safar “perjalanan” haji. Tentu yang dimaksud dalam kaitan ini adalah calon jamaah haji mengundang sanak saudara, kerabat, dan tetangga untuk hadir dalam acara “pamitan” calon jama’ah untuk menunaikan ibadah haji. Biasanya disamping kalimat pamit, mohon maaf, juga diisi dengan ceramah atau taushiyah yang berhubungan dengan ibadah haji.  


walimatussafar praktiknya simbolis meminta izin dan do'a dg mengundang dan menjamu sanak keluarga, tetangga dan teman dekat. Pada dasarnya boleh saja, termasuk syukur, adat yang tidak bertentangan, jamuan, apalagi mengundang anak yatim atau orang yang tidak mampu misalnya, dan permohonan untuk dido'akan.
Terkait jamuan misalnya hadis

لَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ نَحَرَ جَزُورًا أَوْ بَقَرَةً

“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, beliau menyembelih unta atau sapi betina” (HR. Bukhari no.2923 bab Ath Tha’am Indal Qudum)

Syaratnya
1. Meluruskan niat tidak menjadi ajang kesombongan
2. Tidak mengaitkannya dengan ritual ibadah haji, sehingga seolah menjadi keharusan atau kewajiban bagi yang berangkat haji.
3. Tidak israf atau berlebih-lebihan

Mafhum dari masalah walimah safar haji ini juga termasuk syukuran rumah baru, buka bisnis dan lainnya yang sifatnya adat yang tidak bertentangan dengan syariat serta mengandung ibadah sosial didalamnya.

Tips Bisnis ala Rasul

Sunday, September 04, 2016
Bismillah..

Bisnis di era modern menjadi hal yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Di lihat dari perkembangan dan kemajuan teknologi, bisnis kian merambah kemana-mana. Kita bisa berbisnis dimana pun dan kapan pun. Semua orang tentu ingin menjadi kaya dan salah satu mencapai keinginan itu adalah dengan berbisnis. 



Kita juga telah mengetahui bahwa panutan berbisnis kita adalah rasulullah. Rasulullah adalah pebisnis sukses pada zamannya, beliau mengenal bisnis sejak usia dini. Beliau menjalani hidup sebagai seorang pebisnis selama 28 tahun, mulai dari usia 12 tahun sampai usia 40 tahun. Dan setelah itu adalah masa kerasulan beliau sebagai suri tauladan untuk umatnya.

Semasa mudanya beliau sudah berkenalan dengan bisnis, dimulai dengan mengembala kambing lalu bisnisnya ke-level yang lebih tinggi. Pada waktu itu beliau masih berumur 12 tahun diajak oleh pamannya yang bernama Abu Thalib untuk berdagang di negri Syam. Disitulah beliau mengenal bisnis secara serius bersama pamannya hingga beliau mendapat reputasi yang  baik bagi negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai orang yang terpercaya (Al-Amin) di dalam perdagangannya ataupun di kehiduan sehari-harinya. Pada usia 17 tahun beliau sudah diberi mandat oleh pamannya untuk berdagang dari dagangannya hingga usia 20 tahun beliau sudah menguasai pusat bisnis global di zamannya yaitu daerah Irak, Yordania, Bahrain, Suriah dan Yaman.

Kesuksesan beliau dalam berbisnis bukan hal yang tidak mungkin kita tiru dimasa sekarang. Rasulullah saw tidaklah memberi contoh kecuali untuk ditiru dan diikuti.

Lalu ketika kita sudah tahu akan kehebatan bisnis sang rasul, apa saja tips untuk mencontoh bisnis beliau. Ini adalah beberapa tips bisnis ala rasul:

1. Prinsip Ilahiyyah

Apapun yang dilakukan Rasul itu tidak terlepas dari nilai ibadah, khususnya yang kita bahas sekarang adalah bisnis maka bisnis itupun tak lepas dari nilai-nilai ibadah. Maka berbisnislah karena mencari ridho Allah, maka berkahlah bisnis kita walaupun keuntungan kita kecil dalam hal materi tapi bleum tentu kecil dalam hal ridho Allah.

Praktek dagang ala rasulullah sangatlah berbeda dengan kebanyakan pedagang sekarang yang hanya mementingkan keuntungan duniawi. Padahal kita tahu bahwa dunia itu adalah hal yang sifatnya sementara yang akan segera kita tinggalkan. Bahkan jika dibandingkan dengan lamanya  waktu akhirat hidup di duniaini mungkin hanya sehari atau setengah hari saja. Maka manfaatkanlah waktu mu dengan niat mencari amal sholeh.


2. Jujur Sebagai Aset Kepercayaan

Kejujuran adalah modal bisnis yang ditanamkan oleh rasulullah dalam setiap perdagangannya. Maka tak aneh bila gerlar Al-Amin disandarkan kepada beliau sebagai pedagang yang terpercaya. Karena pada saat itu kecurangan dalam berdagang merajalela. Pada saat itu Rasulullah dipercaya untuk mengawali dagang dari barang dagangan saudagar muslimah kaya yang bernama Khadijah yang tidak lama dari itu khadijah jadi istri beliau.

Salah satu sifat nyata yang beliau terapkan dalam berbisnis ialah menjelaskan barang dagangannya sesuai kondisinya tanpa mengurangi atau menambahkan. Beliau bersifat transparan kepada para pelanggan sehingga hal itu membuat dirinya dipercaya oleh banyak pelanggan.


3. Memenuhi Janji untuk Menjaga Kepuasan Pelanggan

Memenuhi janji kepada pelanggan adalah hal yang harus kita lakukan sebagai modal untuk kepuasan para pelanggan. Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 1 "Wahai Orng-orang yang beriman, penuhilah janjimu". Dalam dunia perdagangan Rasulullah selalu menjual barang dagangan dengan kualitas yang telah beliau janjikan kepada pelanggan. Selain itu dalam hal pemasaran serta pengiriman barang beliau selalu mengirimkan barang tepat waktu sesuai yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Inilah salah satu strategi yang diajarkan beliau dalam berbisnis, hal itu menjadi tolak ukur untuk kepuasan para pelanggan. Ketika satu pelanggan merasa puas dengan bisnis yang kita jalani maka ia akan menyebarluaskan kepada orang lain tentang sistem berbisnis kita sehingga meluaslah perdagangan kita.


4. Dilarang Menyimpan atau Menimbun Barang

Menyimpan atau menimbun barang untuk didagangkan di lain waktu agar biaya lebih mahal itu sangat dilarang di dalam islam, hal itu dikenal dengan istilah ihtikar. Jual lah barang dengan harga yang sesuai pada saat itu.


5. Tidak Menjelek-jelekkan Bisnis Orang Lain

Bermain fairplay dalam hal apapun itu adalah hal yang sangat baik dilakukan, tentu dalam hal berdagang pun sama. Rasulullah saw bersabda, "Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain" (H.R Bukhori Muslim).

Rezeki setiap orang sudah ada yang mengatur, maka tak baik jika kita iri kepada dagangan orang lain yang disertai dengan menjelek-jelekan dagangannya. Berdaganglah dengan sportif supaya apa yang kita dapatkan menjadi berkah ilahi. Karena sejatinya berbisnis itu adalah memuaskan hati para pelanggan bukan menjatuhkan pesaing dagang. Naikkanlah kualitas barang dagangan kita supaya para pelanggan bisa menilainya.


6. Jangan Diperbudak Oleh Bisnis

Apa maksud dengan jangan diperbudak oleh bisnis? maksudnya jangan sampai kita terlalu fokus untuk bisnis tetapi ibadah terlupakan atau tersisihkan. Maka dalam awal tulisan ini pun dikatakan berbisnislah dengan niat untuk mendapat ridho Allah agar kau tak melampaui batas batas agama.

Semoga dengan artikel ini kita jadi tahu cara berbisnis yang diajarkan oleh rasulullah sehingga kita bisa mencontohnya, agar jadi ladang pahala ketika kita berbisnis sesuai syariat agama. Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel menarik lainnya disini



Saturday, 3 September 2016

Tanya Jawab Fiqih | Batasan Jarak Safar

Saturday, September 03, 2016
Bismillah..

Kawan-kawan, artikel ini adalah lanjutan dari sesi tanya jawab perihal safar. Dalam artikel sebelumnya dibahas mengenai batasan waktu safar. Nah pada artikel kali ini akan membahas tanya jawab perihal batasan jarak safar dari hasil kajian tanya jawab fiqih.



Ketika kita safar, kita sering kebingungan apakah jarak sekian meter atau kilo sudah termasuk safar? Lantas bagaimana cara kita ketika safar dalam menunaikan norma-norma agama kita salah satunya adalah ibadah sholat.

Tanya:

بِسْـمِ اللّهِ ..
Mohon jawabannya, untuk shalat jama qoshor dalam keadaan safar, berapa km jarak dari tempat kita mukim? شُكْرً

Jawab:

Pendapat yang rojih tidak ada batasan terkait dengan batasan safar. Adapun terkait contoh Rosul saw yang paling sedikit adalah tiga mil.

١١١٦ - و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ كِلَاهُمَا عَنْ غُنْدَرٍ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَزِيدَ الْهُنَائِيِّ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ قَصْرِ الصَّلَاةِ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مَسِيرَةَ ثَلَاثَةِ أَمْيَالٍ أَوْ ثَلَاثَةِ فَرَاسِخَ شُعْبَةُ الشَّاكُّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ

1116. Dan telah menceritakan kepada kami Abu bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Basyar keduanya dari Ghundar. Abu Bakr mengatakan; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far yatiu Ghundar dari Syu'bah dari Yahya bin Zaid Al Huna'i, katanya; "Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik tentang mengqashar shalat. Dia menjawab; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar sejauh tiga mil, atau tiga farsakh -syu'bah ragu- maka beliau melakukan shalat dua rakaat." Hr Muslim

Bahkan Ibnu Umar RA

وعن ابن عمر قال : ( لو سافرت ميلاً لقصرت ) قال عنه ابن حزم : إسناده كالشمس , وصحح إسناده ابن حجر في الفتح 2/567 . وصححه الصنعاني في السبل

"Kalau seandainya aku (memulai) safar satu mil, maka pasti aku akan mengqosor salat"

Kendatipun demikian ahsan tidak kurang dari 3 mil. Walaupun 3 mil bukan batas safar

Semoga bermanfaat, baca juga artikel lainnya disini

Tips Mudah Menghafal Quran

Saturday, September 03, 2016
Bismillah, kawan-kawan semua pada artikel kali ini saya akan membagikan ilmu yang saya punya tentang tips menghafal quran.

Pada dasarnya tentu setiap muslim harus mempunyai niat untuk faham terhadap kitab sucinya. Al-Quran adalah kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur. Di dalamnya terdapat kandungan-kandungan yang bersifat universal, ilmiah dan lain sebagainya. Tentu kita sebagai generasi muda muslim berharap akan kelangsungan hidup yang berkah dan indah, tentu menurut saya ialah hidup berdampingan dengan Al-Quran.



Jika kita berniat untuk menghafal Al-Quran tentunya kita harus bisa melafalkan bahasa arab dan sedikitnya bisa baca quran terlebih dahulu walaupun terbata-bata. 

Inilah mungkin beberapa tips yang akan saya bagikan tentang menghafal quran:

1. Niat yang Baik

Segala sesuatu tentu baik buruknya itu menurut niat dari pelaku, dalam hal menghafal quran pun demikian jika kita berniat baik untuk mendapat ridho Allah Swt itu akan menjadi ladang pahala bagi kita. Tapi jika kita salah niat, maka ketika kita menghafal pun kita tidak akan se tentram dengan mengharap ridho-Nya.

2. Doa 

Setelah kita berniat baik, maka lanjutkanlah dengan doa karena niat baik saja tidak cukup. Berdoa lah supaya di istiqomahkan dalam niatan yang baik karena kita tahu bahwa syetan itu selalu hadir dimana-mana, maka doa itu menjadi senjata yang ampuh untuk selalu berada dalam jalan-Nya.

3. Fahami fadhilah Al-Quran

Sebelum diri kita berdampingan dengan Al-Quran alangkah lebih indahnya jika kita tahu tentang keutamaan-keutamaan Al-Quran. fahami terlebih dahulu fadhilahnya sebagai awal pijakan kita untuk hidup bersama Al-Quran. Dan saya yakin jika kita menghafal tanpa tahu fadhilahnya maka rasanya akan hambar.  Membaca dan menghafal Al-Quran itu ibarat membangun gunung emas, setiap huruf yang dibaca akan masuk ke kantong-kantong kita yang nilainya bahkan lebih besar dari gunung itu sendiri.

4. Pasang Target

Dalam hal apapun kita harus mempunyai target, apalagi ketika kita ingin menghafal quran. Pasanglah target! minimal target untuk membaca terlebih dahulu, misalkan satu hari satu juz. 

5. Lancarkan bacaan

Ketika kita ingin menghafal quran tentu modal utamanya adalah membaca, jika bacaan kita sudah layak atau lancar maka dalam hal menghafal pun itu akan sangat mudah. Tapi jika bacaan kita masih terbata-bata maka lebih baik kita belajar untuk melancarkan bacaan setelah itu barulah masuk ke tahap hafalan.

6. Perbanyak Waktu dengan Al-Quran

Interaksi yang sangat banyak akan membuahkan hasil yang bagus,  begitu pula dalam hal menghafal quran. Jika kita banyak meluangkan waktu kita untuk Al-Quran maka bacaan kita akan lancar dan hafalan kita akan di mudahkan.

Mungkin itu beberapa tips dari saya tentang menghafal Quran, nantikan artikel selanjutnya untuk metodologi menghafal quran.

Semoga dengan membaca artikel ini kita bisa mendekatkan diri kita dengan Al-Quran supaya hidup kita lebih berkah dan sukse tentunya dalam ridho Allah Swt.

Baca juga artikel menarik lainnya.

Friday, 2 September 2016

Tanya Jawab Fiqih | Batasan Waktu Safar

Friday, September 02, 2016
Bismillah, halo kawan-kawan..
Kali ini saya akan membagikan artikel tanya jawab dari hasil kajian tanya jawab fiqih tentang batasan waktu safar.

Tanya:

berapa lama batas safar yang bisa diqosor ?